Despicable Me 4 menunjukkan bagaimana jadinya saat sebuah waralaba sinema tidak lagi tahu mesti berbuat apa untuk melanjutkan kisahnya. Bukan cuma ke…
Saya selalu percaya industri film animasi kita tidak kekurangan penggiat berbakat. Sudah banyak animator lokal melahirkan karya memukau, baik di arus…
Inside Out 2 menghadapi misi yang mustahil untuk menandingi kualitas film pertamanya, yang merupakan salah satu animasi terbaik sepanjang masa. Tapi …
"Animasi bukan semata konsumsi anak" adalah pernyataan yang harus selalu ditekankan. Seiring waktu, jumlah film yang membuka mata publik me…
Sampai saat ini, Totto-Chan: The Little Girl at the Window adalah film terindah yang saya tonton sepanjang 2024. Slice of life yang ringan di permuka…
Kung Fu Panda 4 menandai kali pertama installment di seri Kung Fu Panda dibuat dengan biaya di bawah 100 juta dollar. Tanpa kehadiran jajaran pengisi…
Satu dekade pasca mengucapkan salam perpisahan melalui The Wind Rises yang berpijak kuat pada realita, Hayao Miyazaki kembali, namun dengan sisi bert…
Dibanding beberapa rilisan terakhir Disney, Wish memang terasa generik. Tapi itu sebuah kesengajaan. Film garapan Chris Buck (Tarzan, Frozen) dan Faw…
Nimona memperlihatkan sang protagonis, Ballister Boldheart (Riz Ahmed), nyaman menjalin romansa sebagai seorang gay, mantap menentukan jalan hidup me…